Info Posting :

Senin, 30 Agustus 2021

ADAB BERSIN DAN MENGUAP DALAM ISLAM


Islam merupakan salah satu agama samawi di dunia ini yang diridhai Allah SWT. Islam mengatur segala aspek kehidupan hingga hal yang dianggap remeh oleh orang awam pada umunya.Islam adalah agama yang telah menjelaskan adab berbagai hal sampai-sampai dalam hal yang kecil dan sederhana, semisal dalam hal bersin dan menguap. Ada adab yang Islam ajarkan dalam dua aktivitas tersebut. Adab yang Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan ini telah dibuktikan ampuhnya oleh para dokter. Sungguh ini adalah mukjizat yang luar biasa.

Mengenai menguap terdapat hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994) Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
Bila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah dia menahan mulutnya dengan tangannya karena sesungguhnya setan akan masuk.” (HR. Muslim no. 2995)
Imam Ibnu Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fathul Baari, 10/607)
Adapun mengenai bersin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  beliau bersabda,
إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)
Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتُوهُ فَإِنْ لَمْ يَحْمَدْ اللَّهَ فَلَا تُشَمِّتُوهُ
Bila salah seorang dari kalian bersin lalu memuji Allah maka tasymitlah dia. Tapi bila dia tidak memuji Allah, maka jangan kamu tasymit dia.” (HR. Muslim no. 2992). Tasymit adalah mengucapkan ‘yarhamukallah’.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ
Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” (HR. Abu Daud no. 5029, At-Tirmizi no. 2745, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4755)
Para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam. Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba' (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155, dinukil dari web www.alsofwah.or.id)
Subhanallah ... Sungguh luar biasa mukjizat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kita berbagai adab ketika bersin dan menguap. Amalkanlah adab bersin dan menguap seperti yang diperintahkan dalam berbagai hadits di atas sehingga kita pun bisa raih barokahnya

 

Motifasi Bersedekah

Keutamaan bersedekah dalam agama Islam memiliki tingkatan yang variatif. Tingkatan tersebut dapat diukur berdasarkan obyek yang diberi sedekah. Sebagaimana termaktub dalam kitab "Durrotun Nashihin" halaman 91, bahwasanya Nabi Muhammad Saw. telah bersabda:
"Sedekah dapat menutup tujuh puluh pintu keburukan" Sedekah menurut balasan pahalanya terbagi menjadi empat jenis:

  1. Sedekah satu pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt. menjadi sepuluh; Sedekah jenis ini adalah jika sedekah tersebut diberikan kepada orang faqir.
  2. Sedekah satu pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.menjadi tujuh puuh; Sedekah jenis ini adalah jika sedekah tersebut diberikan kepada sanak famili yang memiliki hubungan keluarga.
  3. Sedekah satu pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.menjadi tujuh ratus; Sedekah jenis ini adalah jika sedekah tersebut diberikan kepada teman sejawat.
  4. Sedekah satu pahalanya dilipatgandakan oleh Allah Swt.menjadi tujuh ribu; Sedekah jenis ini adalah jika sedekah tersebut diberikan kepada orang yang mencari ilmu.
Hal tersebut selaras dengan firman Allah Swt. dalam Al-qur'an surat Al-baqarah: "Perumpamaan  orang-orang yang menginfakkan (memberikan sedekah) harta bendanya di jalan Allah Swt. (adalah) bagaikan satu biji akan tumbuh menjadi tujuh benih, dalam setiap satu benih akan tumbuh menjadi tujuh puluh biji dan Allah Swt. dan akan melipatgandakan pahala sedekah (tersebut) bagi orang yang dikehendaki-Nya "
Hadits riwayat dari Sahabat Anas Ra. Nabi telah bersabda: "Barang siapa memiliki harta benda, maka bersedekahlah dengan harta bendanya. Barang siapa dikaruniai ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya. Dan barang siapa memiliki tenaga atau kekuatan, maka berdekahlah dengan tenaganya"(kitab Jami'ul Azhar)

Minggu, 06 April 2014

Unduh Bahasa Arab Ula (Dasar)

Pembelajaran Bahasa Arab di tingkat dasar pada masa sekarang kurang diminati siswa, baik di Madrasah maupun di SD. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru bahasa Arab khususnya dan bagi umat Islam pada umumnya. Karena, pada kenyataannya literatur agama Islam masih banyak didominasi kitab-kitab klasik berbahasa Arab. Bahkan sumber hukum Islam sendiri yaitu Al-qur'an dan Hadis juga berbahasa Arab.
Permasalahan ini sampai saat ini masih kurang mendapat respon guru bahasa Arab. Kebanyakan guru bahasa Arab hanya berpikir bagaimana dan bagaimana kondisi yang dialaminya. Sebagai guru memang harus dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, saya sendiri yang sampai saat ini masih dipercaya mengajar bahasa Arab berusaha untuk menyajikan bahan ajar Bahasa Ajar yang dilengkapi dengan gambar-gambar. Seperti di bawah ini: 


Jika ingin unduh file lengkapnya silahkah di bawah ini:
Buku Arabiyyatul Uula 1
download[4]
Buku Arabiyyatul Uula 2
download[4]
Buku Arabiyyatul Uula 3
download[4]
Buku Arabiyyatul Uula 4
download[4]
Buku Arabiyyatul Uula 5
download[4]

Kamis, 20 Maret 2014

Contoh RPP Tematik Kurikulum 2013


Untuk memenuhi permintaan beberapa rekan sejawat para guru di lingkungan kecamatan Undaan dalam rangka penyusunan RPP Kurikulum 2013. Maka saya pada kesempatan ini memberikan contoh RPP Tematik kurikulum 2013 yang terbaru. Sebagai bahan acuan dan contoh RPP ini masih ada beberapa kekurangan. Mohon sharing atau masukan para guru. Di bawah ini merupakan sekedar contoh RPP yang saya susun untuk saya gunakan di Madrasah kami yaitu MINU Nahdlatus Shibyan Ngemplak Undaan Kudus.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan    :  MINU Nahdlatus Shibyan
Kelas / Semester     :  4 /1
Tema 1    :  Indahnya Kebersamaan
Sub Tema 1    :  Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran ke    :  1
Alokasi waktu    :  1 Hari

A.    KOMPETENSI INTI
1.    Menerimadanmenjalankanajaran agama yang dianutnya.
2.    Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3.    Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.    KOMPETENSI DASAR

PPKn
3.4    Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat.
4.3     Bekerja sama dengan teman dalam keberagaman di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
4.4    Mengelompokkan kesamaan identitas suku bangsa (pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat), social ekonomi (jenis pekerjaan orang tua) di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
3.4     Memahami arti bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan Masyarakat.
Indikator :
1.    Menjelaskan keberagaman yang ada di Indonesia dalam bentuk tulisan.
2.    Menjelaskan ciri khas suku Minang dalam bentuk peta pikiran.
3.    Menuliskan contoh perilaku sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak Indonesia.

IPS
3.5     Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi.
4.5     Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi.
Indikator :
1.    Menjelaskan sikap yang harus ditunjukkan untuk menghormati keberagaman dalam bentuk tulisan.
Seni Budaya dan Prakarya
3.3     Membedakan panjang-pendek bunyi, dan tinggi-rendah nada dengan gerak tangan.
4.5     Menyanyikan lagu dengan gerak tangan dan badan sesuai dengan tinggi rendah nada.
Indikator :
1.    Menyanyikan lagu “Aku Anak Indonesia “ dengan tinggi rendah nada yang sesuai.

Bahasa Indonesia
3.1     Menggali informasi dari teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
4.1     Mengamati, mengolah, dan menyajikan teks laporan hasil pengamatan tentang gaya, gerak, energi panas, bunyi, dan cahaya dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku.
Indikator :
1.    Mengolah informasi dari teks “Mengenal Suku Minang” dalam bentuk peta pikiran.


C.    TUJUAN
1.    Setelah mengamati gambar dan diskusi kelas, siswa mampu menjelaskan keberagaman yang ada di Indonesia dalam bentuk tulisan dengan benar.
2.    Setelah membaca teks “Mengenal Suku Minang”, siswa mampu mengolah informasi dalam bentuk peta pikiran dengan benar.
3.    Setelah mencari informasi keragaman teman sekelasnya dan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan sikap yang harus ditunjukkan untuk menghormati keberagaman dalam bentuk tulisan dengan benar.
4.    Setelah bernyanyi dan berdiskusi, siswa mampu menuliskan contoh perilaku sebagai bentuk kebanggaan menjadi anak Indonesia dengan benar.
5.    Setelah bernyanyi dan berdiskusi, siswa mampu membedakan tinggi rendah notasi yang sesuai.

D.    MATERI
1.    Peta budaya (ada di buku siswa), teks lagu “Aku Anak Indonesia”, perbedaan pakaian adat, rumah adat, tarian adat, dan alat musik tradisional.
2.    Teks “Mengenal Suku Minang”.
3.    Ciri khas daerah dapat dilihat dari berbagai sisi (bangunan, pakaian, rumah adat, bahasa, upacara adat, dan lain-lain).

E.    PENDEKATAN & METODE
Pendekatan    : Scientific
Strategi        : Cooperative Learning
Teknik        : Example Non Example
Metode        : Penugasan, Tanya Jawab, DiskusidanCeramah
F.    KEGIATAN  PEMBELAJARAN

Kegiatan    Deskripsi Kegiatan    Alokasi
Waktu
Pendahuluan    -    Guru memberikan salam dan mengajak berdoa.
-    Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa.
-    Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak/dinamika dan lagu yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
-    Guru menyiapkan fisik dan psikhis anak dalam mengawali kegiatan pembelajaran serta menyapa anak.
-    Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.    10 menit
Inti    -    Siswa mengamati peta budaya perbedaan pakaian adat, rumah adat, tarian adat, dan alat music tradisional.
-    Siswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku siswa.
-    Guru berkeliling untuk mengetahui apakah ada siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
-    Siswa mendiskusikan jawaban secara berkelompok (satu kelompok terdiri atas 5 siswa).
-    Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
-    Siswa membaca teks “Mengenal Suku Minang”.
-    Siswa mengambil informasi penting dari teks yang dibacanya dan menuliskannya dalam bentuk peta pikiran.
-    Siswa berpasangan mendiskusikan jawaban dengan temannya. Guru dan siswa mendiskusikan hasil jawaban tersebut di depan kelas.
-    Setelah membuat peta pikiran dan mendiskusikannya, siswa secara individu menjawab pertanyaan yang ada pada buku siswa.
Untuk menggiring siswa pada pelajaran selanjutnya, guru secara klasikal mengajukan pertanyaan berikut:
−− Dari manakah asal daerah kalian?
−− Apakah ciri khas daerah asalmu?
-    Siswa mencari asal-usul daerah teman-temannya di kelas melalui kegiatan bertanya-jawab tentang suku, agama, dan ciri khas daerah masing-masing. Ciri khas daerah dapat dilihat dari berbagai sisi (bangunan, pakaian, rumah adat, bahasa, upacara adat, dan lain-lain).    150 menit
       
       
       
Penutup    -    Siswa melakukan perenungan tentang kegiatan pembelajaran hari ini.
-    Siswa menuliskan hal-hal yang telah mereka pelajari, kesulitan yang mereka alami,serta hal lain apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.
-    Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan perenungan dengan mengajak siswa membacakan jawaban mereka.
-    Siswa diberikan kesempatan berbicara /bertanya dan menambahkan informasi dari siswa lainnya.
-    Guru menyampaikan pesan moral untuk senantiasa menghargai keberagaman budaya bangsa.
-    Siswa mencari informasi lain tentang keberagaman budaya Indonesia.
-    Siswa dapat bertanya kepada orang tua atau orang di sekitar, menonton televisi, atau membaca buku.
-    Hafalan Matrik Perkalian 1-9.
-    Salam dan do’a penutup.
Pengayaan
Siswa dapat mencari tambahan informasi tentang keberagaman di Indonesia melaluiinternet, koran, narasumber, atau majalah.
Remedial
Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang masih memiliki kesulitan dalam memahami
peta pikiran. Kegiatan ini dapat dilakukan secara kelompok atau individu selama 30 menit.    15 menit
    Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1.    Beri siswa peta pikiran kosong.
2.    Mintalah siswa menuliskan topik yang akan dibahas di lingkaran tengah.
3.    Bimbing siswa untuk membahas subtopik di setiap lingkaran dengan mengajukan pertanyaan pengarah.
   



G.    SUMBER DAN  MEDIA
•    Diri anak, Lingkungan keluarga, dan Lingkungan sekolah.
•    BukuPedoman Guru Tema 1 Kelas 4 dan Buku Siswa Tema 1 Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum  2013,Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013).
•    Buku Pengembangan Diri Anak.
•    Sumber Motivasi/InspirasiHidup: http://ahlulbrowser.blogspot.com/
•    Video/slide/gambar tentang Keberagaman Budaya Bangsa Indonesia.

H.    PENILAIAN
1.    ProsedurPenilaian
a.    Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir.
b.    Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan (terlampir).

2.    Instrumen Penilaian
a.    Penilaian Proses
1)    Penilaian Kinerja.
2)    Penilaian Produk.
b.    Penilaian Hasil Belajar
•    Pilihan ganda.
•    Isian singkat.
•    Esai atau uraian.

    Mengetahui                                                                    Undaan, 24 Juli 2013
    Kepala Sekolah,                                                                Guru/Wali Kelas 4,



    ………………………………                                         ………………………
    NIP. …………………………                                        NIP……………………
Contoh RPP Tematik  Kelas 4 Tema 1 Sub Tema 1-6 dapat diunduh di bawah ini.
download[4]


Unduh Buku Pend. Agama Islam 2013


Pendidikan Agama Islam kurikulum 2013 dilengkapi dengan materi Budi Pekerti. Sebenarnya Buku tersebut sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Namun banyak Guru yang belum mengetahuinya. Di sini kami mencoba untuk membantu beberapa guru maupun siswa yang membutuhkan buku tersebut. Buku Pendidikan Agama Islam untuk kelas 1 dan kelas 4 dalam kurikulum 2013 juga terbagi menjadi dua macam, yaitu buku guru dan buku siswa. Silakan Bapak/Ibu Guru yang ingin mengunduhnya di bawah ini. 
Buku Guru PAI Kelas 1
download[4]
Buku Siswa PAI Kelas 1
download[4]

Buku Guru PAI Kelas 4
download[4]
Buku Siswa PAI Kelas 4
download[4]

Senin, 17 Maret 2014

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia diperlukan ringkasan materi yang lebih terarah. Berhubungan dengan hal tersebut kami sebagai guru bahasa Indonesia mencoba menyusun ringkasan materi yang berisi tentang penggunaan EYD, Pemakaian kata, Surat-menyurat, Pilihan kata, dan laporan teknis.
Dengan harapan agar siswa lebih mudah memahami materi yang disajikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penyusunan ringkasan materi ini saya sajikan untuk siswa kami di MI NU Nahdlatus Shibyan Kudus. Jika bapak/ibu guru bahasa Indonesia di sekolah lain sekiranya membutuhkan dapat diunduh di bawah ini.
Silahkan Unduh. di sini.

Isi Data Alumni di Bawah ini!

MULTI TAB 1

MULTI TAB 3

MULTI TAB 4

MULTI TAB 5




MULTI TAB 9

Link Info

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11